Penggunaan obat di masa kehamilan
Sering kali kita mendengar pertanyaan
beberapa pasien di apotek “saya sedang hamil, dapatkah saya makan obat sakit
kepala?”. Jawaban atas pertanyaan ini tidak dapat diberikan dengan sederhana,
dan memerlukan pengetahuan mengenai perkembangan janin dalam kandungan ibu.
Penggunaan obat pada wanita hamil memerlukan pertimbangan lebih khusus
karena risiko tidak hanya pada ibu saja, tetapi juga pada janin yang
dikandungnya. Risiko yang paling dikuatirkan adalah timbulnya kecacatan pada
janin atau bayi yang lahir nantinya, baik berupa cacat fisik maupun cacat
fungsional. Hal yang perlu dipertimbangkan adalah apakah manfaat dari
penggunaan obat lebih besar dari pada risikonya, sehingga ibu dapat melahirkan
bayi yang sehat dengan selamat.
Berikut penjelasan singkat mengenai kondisi tumbuh
kembang janin dalam rahim:
-
Triwulan pertama.
Pertumbuhan
janin berlangsung sangat pesat, yaitu dari panjang kira2 1 cm pada bulan
pertama menjadi ±50 cm saat dilahirkan. Dalam masa itu berat tubuhnya menjadi
rata2 seribu kali lebih besar!. Maka jelaslah bahwa setiap gangguan dari
perkembangan yang sangat pesat itu dapat menimbulkan dampak yang serius pada
janin. Terutama dalam triwulan pertama, dimana semua organ penting, kaki dan
tangan mulai terbentuk, penggunaan segala obat harus dibatasi sebanyak mungkin.
Bila dalam fase ini perkembangan terganggu, maka ada resiko besar bahwa
pertumbuhan selanjutnya tidak akan berlangsung normal.
-
Triwulan kedua
dan ketiga. Merupakan fase pertumbuhan dimana bayi dalam kandungan kurang
rentan terhadap obat2an bila dibandingkan pada masa triwulan pertama (fase
perkembangan). Namun demikian, di masa ini para ibu masih harus berhati-hati
dalam mengkonsumsi obat. Sebagai contoh, bila mengkonsumsi Vitamin A dengan
dosis di atas 8000 U sehari (pada triwulan kedua dan ketiga) ternyata dapat
menyebabkan gangguan/kerusakan janin.
Kenyataannya, saat ini baru sejumlah kecil obat saja yang diketahui memiliki
sifat2 yang dapat mengganggu janin. Dan sebagian besar obat yang belum
diketahui pengaruhnya terhadap pertumbuhan janin. Kelompok obat ini tidak saja
meliputi obat2 atas resep dokter, tetapi juga obat2 bebas/terbatas.
Berikut ini prinsip2
penggunaan obat di masa kehamilan:
1. Sedapat
mungkin hindari penggunaan obat terutama pada trimester pertama kehamilan.
Upayakan terapi non farmakologik.
2.
Obat
hanya diberikan jika jelas diperlukan dengan pertimbangan manfaat dan
risikonya.
3.
Hindari
obat baru karena datanya masih terbatas.
4.
Pilih
obat dengan profil keamanannya yang sudah diketahui.
5.
Utamakan
monoterapi.
6. Gunakan
dengan dosis efektif yang terendah, tetapi tidak perlu juga diingat bahwa
perubahan fisiologis ibu selama kehamilan akan mengubah farmakokinetika obat,
sehingga pada beberapa obat mungkin perlu peningkatan dosis untuk
mempertahankan kadar terapeutiknya.
7.
Gunakan
obat dengan durasi sesingkat mungkin.
8.
Hindari
obat yang bersifat teratogen pada wanita usia produktif.
9. Jika obat yang digunakan diduga kuat dapat menyebabkan kecacatan, maka lakukan USG.
No comments:
Post a Comment